Tanpa teknologi dunia sekarang ini akan kembali ke jaman batu, segala sesuatu akan berjalan lambat karena semuanya dilakukan manual ….
Saya sudah berkecimpung di IT kurang lebih selama 10 Tahun, cukup panjang padahal umur saya belum kepala tiga .. hehe … untuk posisi sekarang sudah cukup lah; walaupun saya punya target lebih di tahun depan.
Di IT; posisi paling tinggi memang ada CEO; tetapi di Indonesia posisi itu sangatlah langka, jangankan CEO untuk posisi General Manager saja susah. Umumnya posisi paling tinggi adalah posisi (Senior) Manager, the highest. Mencari posisi ini (manager) juga susah – susah gampang, tapi tidak sesusah GM atau CEO lah. Biarpun susah – susah gampang, kita tetap harus berjuang dan memang punya experience yang cukup.
Berdasarkan pengalaman saya, ada tips yang ingin saya berikan bagaimana caranya agar karir kita di IT cepat menanjak, tidak stagnant dalam waktu yang lama. Tips-nya mudah dan cuma ada dua, yaitu tingkatkan kemampuanmu dari segi teknis (dulu) dan yang kedua adalah jangan terlalu lama stay di satu perusahaan. Bagi saya dua hal diatas is more than enough, sebenarnya ada satu hal lagi, tapi saya rasa tidak perlu disebutkan, hanya perlu di rasakan, yaitu luck. Tanpa ini biarpun kedua hal diatas sudah lengkap tetap saja tidak akan terjadi. Mengapa saya tidak saya sebutkan sebagai salah satu tips; karena luck memang bukan tips. Luck lebih ke arah X factor, tidak bisa dipelajari, tidak bisa dipengaruhi hanya bisa di rasakan dan nikmati
Point pertama :
Untuk pemula, segeralah pelajari banyak hal, banyak terlibat dalam berbagai project atau task karena hal ini akan meningkatkan kemampuan teknismu; sebagai plusnya kemampuan management juga akan meningkat. Mumpung masih pemula, never stop learning bro… lahap semuanya selagi masih bisa dan punya kesempatan, karena tidak semua kesempatan datang dua kali …
Point kedua :
Setelah “Cukup” (tergantung definisi cukup-nya kamu) dengan expericence kamu, saatnya going to the next step. Menjadi Kutu Loncat. Ingat, IT itu service department, tidak sama dengan departement lain. Sebagai contoh; apabila suatu kantor membuka cabang baru ini berarti gaji IT berkurang, karena menambah pekerjaan, berbeda dengan (contoh) departement F&A, bagi mereka membuka cabang baru berarti ada kenaikan posisi/promosi karena pasti ada yang akan digeser menjadi petinggi di kantor baru, sedangkan untuk kantor lama tentu akan ada promosi. (contoh ini seperti kantor lama saya di Sinar Mas Group; Div Property). Tidak ada perusahaan membuka cabang (misalkan) 10 kantor; sedangkan untuk IT akan terus menambah orang … impossible bro … yang ada juga penambahan orang di depertement lain … kalau IT selalu tetap jumlah staffnya walaupun jumlah kantor cabang bertambah … it’s fact bro …
So .. it’s time to jump, from this company to another. Dengan harapan kalau pindah kantor tentu gaji naik donk, syukur – syukur posisi kita juga naik. Mangkanya kita kudu kerja keras bro … kesempatan memang banyak, tetapi jika tidak pernah mencari tidak pernah akan dapat. Sebelum umur mengalahkan kita, cepat – cepatlah cari posisi yang mapan, karena posisi mapan tentunya akan di ikuti oleh gaji yang mapan juga … jadi kutu juga harus tau diri ya bro, jangan loncat – loncat terus, ntar jatuhnya sakit. Loncat sech ok (and must) tapi pake logika, harus tau kapan berhenti loncat.
Remember Point number 2 can’t work without finishing point number 1, it’s related one another.
Komentar Terakhir